Pemeriksaan Kesehatan Gula Darah, Kolesterol dan Hipertensi

Kadar gula darah, kadar kolesterol, dan tekanan darah memiliki hubungan erat karena ketiganya berperan dalam risiko penyakit kardiovaskular, termasuk diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung. Kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan memicu peradangan, juga menyebabkan arteri menjadi kaku dan berkurang elastisitasnya. Hal ini meningkatkan risiko hipertensi karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui pembuluh yang kaku. Di sisi lain, tingginya kadar kolesterol dapat menyebabkan terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis), menyempitkan pembuluh darah, sehingga tekanan darah meningkat. Pada penyakit diabetes melitus, adanya resistensi insulin juga sering berkaitan dengan ketidakseimbangan lemak dalam darah (dislipidemia). Kombinasi ini mempercepat terjadinya  aterosklerosis, mempengaruhi tekanan darah dan risiko komplikasi kardiovaskular. Keberadaan ketiga kondisi ini bersama-sama sering disebut “sindrom metabolik,” yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke secara signifikan.

Menyimak penjelasan di atas, maka pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah secara rutin penting dilakukan untuk mengetahui resiko terjadinya sindrom metabolik. Dalam rangka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), Program Studi Farmasi Universitas Islam Bandung menyelenggarakan Pemeriksaan Kesehatan Gula Darah, Kolesterol dan Hipertensi yang bertempat di Masjid An-Nuur yang terletak di Komplek Pasirjati RW06 Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut diikuti 50 orang peserta yang terdiri dari 21 orang laki-laki dan 29 orang perempuan, dengan kisaran usia 35 – 88 tahun, dan rata-rata 63 tahun. Rata-rata peserta adalah ibu rumah tangga dan pensiunan. Berdasarkan profil usia, umumnya peserta sudah memasuki usia lansia, yaitu usia lebih dari 60 tahun. Lansia memiliki resiko lebih tinggi terhadap penyakit metabolik karena pada usia ini tubuh sudah mulai mengalami penurunan fungsi metabolisme dan fisiologi. Penyakit metabolik yang umumnya terjadi pada lansia di antaranya diabetes tipe 2, hipertensi, dislipidemia, dan obesitas (Martiana dan Kosaasir, 2024).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sejumlah peserta menunjukkan kadar gula darah melebihi normal, dan usia peserta tersebut lebih dari 60 tahun. Faktor usia dan pola hidup dapat mempengaruhi kadar gula darah seseorang. Seiring dengan pertamabahan usia,  kemampuan metabolisme dan fisiologi tubuh yang akan semakin menurun. Di samping itu, pola makan yang mencakup porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi dapat menjadi pemicu naiknya kadar gula di dalam darah. Konsumsi makanan dengan kadar gula yang tinggi atau berbahan dasar karbohidrat, serta makanan dengan kadar lemak berlebih juga dapat memicu peningkatan kadar gula di dalam darah.

Gambar 1. Pemeriksaan tekanan darah Peserta oleh Dr. apt. Umi Yuniarni, M.Si.

Di samping itu, sejumlah peserta yang diperiksa juga menunjukkan kadar kolesterol lebih tinggi dari normal, dan usianya lebih dari 60 tahun.  Menurut Rahmawati dkk (2022), bertambahnya usia seseorang akan meningkatkan faktor resiko terjadinya hiperkolesterolemia. Kurangnya aktivitas gerak fisik pada usia lanjut dapat menyebabkan penumpukan kolesterol di dalam tubuh. Selain itu, pada usia lanjut juga dapat terjadi penurunan massa otot, penurunan funsi hormon insulin, hormon pertumbuhan, hormon estrogen dan androgen yang menyebabkan kolesterol di dalam tubuh tidak dapat dipecah dan menumpuk di dalam darah. Hasil pemeriksaan tekanan darah juga menunjukkan bahwa sejumlah peserta memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dari normal, dan berusia lebih dari 60 tahun.

Dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa peserta umumnya adalah lansia (berusia >60 tahun), dan sebagian peserta memiliki kadar gula darah, kolesterol dan tekanan darah yang tinggi. Berdasarkan hasil pengukuran tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai risiko kardiometabolik bagi peserta sehingga para peserta dapat memantau kondisi kesehatan mereka secara rutin dan mulai memperhatikan pola hidup sehat dan rajin berolahraga.

Related Posts